Sketsa Blog 1

Tes Layout 5

Type : Blogspot Modified
Blog For Kids
Background : blue with pattern
Menu : red with searchbox
Content: with slideshow
Sidebar : left (1 column)
Footer : No
Price : $30

Advertisements

Saling Menguatkan

Berdua lebih baik daripada seorang diri. Ya tentu saja karena jika yang satu jatuh maka yang satunya lagi bisa menolong. Tapi apa jadinya jika keduanya sama-sama jatuh sakit misalnya?  Mungkin perlu bertiga, berempat, atau lebih.

Terkadang saya merasa kalau di rumah cuma berdua itu kok ya kurang orang ya? Hehe… hal itu terasa banget saat saya dan bapakku kurang enak badan. Kemarin, saya harus mengantar bapakku ke rumah sakit untuk meminta perpanjangan obat antibiotiknya. Kita tahu bersama kalau yang namanya antibiotik itu ga boleh lupa/ blong minumnya dan harus rutin harus habis. Saya paling wanti-wanti kalau bapakku minum antibiotik. Masalahnya nafsu makannya sering berubah-ubah. Kadang doyan makan, kadang ga nafsu makan. Nah kalau ga nafsu makan padahal harus minum obat kan bahaya juga. Minum obat harus makan dulu kan ya? Ini jadi tantangan buat saya. Bagaimana caranya supaya beliau stabil makannya.

Syukurlah, dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan minum obat ini lancar minum obatnya cuma beberapa hari lalu sempat terserang flu. Kalau sudah kena flu mulai deh nafsu makannya ilang lagi. Spontan saya bawa ke puskesmas untuk berobat. Awalnya beliau menolak tapi ya agak dipaksa juga buat berobat.

Saya bawa bapakku ke puskesmas naik sepeda mini. Tiba-tiba di jalan, entah karena kurang tidur atau capek badan saya gemeteran bawa sepeda. Tapi saya berusaha kuat demi bapakku. Puskesmasnya masih setengah jalan lagi tapi saya sudah hampir jatuh. Dalam keadaan seperti itu saya mulai mensugesti diri saya sendiri untuk tetap bertahan dan kuat. Kalau bukan saya siapa lagi?

Untungnya sampai di Puskesmas saya masih kuat. Rencana ke puskesmas selain minta obat flu juga minta surat rujukan untuk ke rumah sakit. Karena bapakku masih harus minum antibiotik dari dr. bedah. Ternyata surat rujukan tidak diberikan alasannya disuruh kembali besoknya aja. Dalam sehari tidak boleh minta obat dan minta surat rujukan. Wah, eman juga sudah jauh-jauh ke puskesmas tapi disuruh balik lagi besoknya.

Untungnya lagi saya kok ya ga kurang akal, ternyata saya lihat surat rujukan lama yang memang saya bawa buat jaga-jaga, ternyata masih berlaku dan hari itu hari terakhir masa berlaku surat rujukan (1 bulan). Langsung pancal sepeda ke rumah sakit. Badan sudah panas dingin tapi ga mau saya rasa-rasain banget rasanya. Berkejaran dengan waktu karena loket pendaftaran pasiennya hampir tutup juga.

Dalam hati masih berdoa semoga masih bisa pakai surat rujukan lama. Dan memang akhirnya bisa. Lega rasanya. Bapakku sudah diberi resep perpanjangan obat dan langsung menebusnya di apotik. Ujiannya ga sampai disitu. Tiba-tiba hujan deras. Saya lupa bawa payung. Mau ga mau saya harus panggil tukang becak supaya bapakku bisa naik becak agar tak kehujanan.

Saya pun keluar halaman rumah sakit dan mencari becak. Kami nego harga dan setuju. Singkat cerita bapakku naik becak, sedangkan saya naik sepeda sendirian. Sampai dirumah, ketika saya hendak masuk rumah dan mengambil payung buat bapak, tukang becaknya memanggil saya dan protes ketika diberi uang oleh bapakku sejumlah harga kesepakatan kami tadi. Dia meminta harga 2x lipat dari harga kesepakatan setelah menurunkan bapak di depan rumah.

Kaget plus agak jengkel juga kok tega banget dia fitnah dan bohong tentang harga. Daripada ribut di jalan akhirnya saya yang mengalah dan memberikan uang yang dimintanya tadi. Bapak pun sempat berdebat dengan saya dikiranya saya tidak menawar. Tapi ya sudah lah anggap saja sedekah.Untung dia ga minta 3 atau 4 kali lipatnya. Apalah arti uang segitu? mudah habis buat dimakan, tapi nyarinya susah.

Hikmah hari itu saya benar-benar diajar sabar dan kuat. Sabar menghadapi keadaan dan harus kuat meski saya sendiri kurang enak badan. Hanya bisa saling menguatkan saja. Kalau orangtua satu-satunya sakit memang terkadang sempat membuat saya cemas dan takut. Kita semua pasti ingin semua anggota keluarga kita tetap sehat bukan? Semoga kita semua tetap bisa menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal harganya. Itulah pengalaman yang menegangkan buat saya hari itu.